Penandatanganan Kerjasama SMP Negeri 1 Rambah dengan BPR Rohul

0
66

PASIRPENGARAIAN(AuraNEWS.id) – Kepala SMP Negeri 1 Rambah, Yelleson Syuryadi, MM.Pd menandatangani akta kerja sama dengan Muswita, S.P, Direktur Badan Perkreditan Rakyat (BPR) Rokan Hulu di hadapan 581 peserta didik dan 30 orang guru setelah sosialisasi literasi keuangan di Mushala Al Hidayah pukul 10.00 Wib, Jum’at (11/10/2019).

Yelleson Syuryadi, MM.Pd mengatakan kerjasama SMP Negeri 1 Rambah dengan BPR Rokan Hulu yang kedua kalinya setelah tahun 2017.

“Kerja sama ini dimaksud untuk mengembangkan literasi sekolah terutama literasi finansial. Bentuk kerja sama bisa dengan kegiatan sekolah termasuk ekstrakurikuler dan Koperasi Sekolah yang dibantu BPR Rokan Hulu,” ungkap Yelleson.

Yelleson juga berharap kerja sama ini berkelanjutan dengan memberikan wadah kepada peserta didik menabung sehingga bisa membantunya melanjutkan pendidikan bila dibutuhkan dan kegiatan sekolah pun bisa terlaksana secara berkala dengan bantuan BPR Rokan Hulu tersebut.

Penandatanganan MOU ini salah satu bentuk kepedulian pihak sekolah terhadap kondisi finansial yang kurang terkelola saat ini dengan baik dan perlu mengajarkan peserta didik untuk berliterasi. Hal ini juga merupakan tujuan pemerintah menggalakkan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) untuk meningkatkan mutu pendidikan agar peserta didik cerdas memanfaatkan waktu dan potensi dirinya berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sementara Direktur BPR Rokan Hulu mengatakan dengan kerja sama dengan pihak sekolah dapat meningkatkan kemajuan literasi keuangan dengan menabung ke BPR bisa terkelola dengan baik dan dapat juga tabungan tersebut bermanfaat untuk masa depan.

“Mengelola keuangan dengan menabung dapat memberikan pembelajaran hidup hemat dan bisa membuka peluang usaha di masa yang akan datang,” jelas Muswita.

“Dunia usaha bisa meraih sukses saat seseorang bisa menjadi sentral pengelolaan keuangan yang handal dan cermat yang didapat dari kecil,” pungkasnya.

Jadi literasi keuangan perlu dukungan dari semua pihak agar peserta didik kritis membaca peluang dan cerdas mengelola keuangan melalui perbankan. Ini merupakan mata rantai yang tak bisa terlepaskan pada zaman teknologi ini. Sebab mereka yang bisa mengelola keuangan yang baik akan mencapai kesuksesan sesuai dengan target pencapaian.

Saat terjun ke dunia usaha dengan potensi dan kemampuan diri mengatur keuangan tidak terkejut lagi karena sudah ditanamkan kemandirian mengatur keuangan sejak dini.(Suyatri Yatri)