Bincang Literasi PLR di Sekolah Alam Koem_Pai, “Mengenal Musik Tradisi Gembang”

0
84

LUBUKBENDAHARA(AuraNEWS.id) – Musik tradisional Gembang diperbincangkan dalam kegiatan rutin Pegiat Literasi Rokan Hulu (PLR) bertempat di Sekolah Alam Koem_Pai (SAKO) Desa Lubuk Bendahara Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu, Ahad (29/9/2019).

Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari Pegiat Literasi Rokanhulu, Pengelola Sekolah Alam Koem_Pai, dan juga peserta didik sekolah tersebut yang memainkan teknik dasar alat musik tradisional Gembang yang sangat memukau disela bincang literasi.

Alat musik Gembang ini terbuat dari bahan kayu yang unik dan berkembang pada zaman dahulu, namun sekarang sudah hampir punah keberadaannya. Untuk melestarikan alat tradisi gembang ini Sekolah Alam Koem_Pai melatih siswa yang berjumlah 100 orang lebih.

Hal ini merupakan bukti kepedulian dari Yusro Fadli, A.Md selaku pemilik sekolah alam tersebut terhadap pelestarian musik tradisional.

“Alat musik gembang ini merupakan alat musik berasal dari Lubuk Bendahara yang dulunya dimainkan di banja-banja ladang sebagai pengusir burung dan sebagai hiburan,” jelas Fadli kepada kru AuraNEWS.id.

Sementara itu Chandra yang menjadi narasumber bincang literasi bertema “Mengenal Musik Tradisi Gembang” mengatakan pembuatan alat musik ini sudah turun temurun dari keluarganya.

“Membuat alat musik gembang ini menggunakan kayu lempung dan merupakan duplikat dari gondang gong,” jelas Chandra.

“Alat musik ini ada tiga jenis yaitu; Gendang terbuat dari kayu losou dan kulit, Ketontong dari kayu loso dan gembang dari lempung yang ringan sehingga menghasilkan nada yang berbeda sesuai dengan ketebalan dari kayu tersebut,” pungkasnya.

Dengan demikian harapannya alat musik tradisional gembang dapat berkembang dan bisa menjadi pembelajaran muatan lokal di sekolah formal sebagai bentuk pelestarian alat musik tersebut.(Suyatri Yatri)