Perdana, Bendera 11 Negara Berkibar di Kampar Tanah Peradaban

0
334

KAMPAR -(auranews.id)- Sebanyak 11 bendera negara peserta Kampar International Dragon Boat Festival (KIDBF) 2019 terlihat indah berkibar di kawasan wisata Danau Rusa, Desa Batu Bersurat, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Bendera-bendera ini resmi berkibar dalam rangka menyemarakkan pelaksanaan KIDBF di Danau Rusa yang diselenggarakan dari 18 sampai 21 Juli 2019.

11 bendera negara-negara yang dikibarkan ini antara lain, Australia, Kenya, Kanada, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, China, Taiwan, Hongkong, Filiphina dan tuan rumah Indonesia. Pengibaran sejumlah bendera negara sahabat di Kampar, merupakan sejarah yang pertama kali terjadi di bumi Serambi Mekahnya Riau ini. Keikutsertaan 11 Negara di Kampar ini merupakan keikutsertaan Negara terbanyak di event yang serupa di Indonesia.

Event ini merupakan sebuah terobosan yang dirancang oleh pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Kampar yang dipimpin Letkol Inf Aidil Amin Hasan, S.IP M.IPOL di tahun pertama kepengurusannya.

Walau tanpa dukungan dana APBD Pemkab Kampar, event ini akhirnya sukses juga digelar. Bahkan event ini sempat diragukan sejumlah pihak akan gagal dihelat.

Media Center, Tim Kreatif, IDBF bersama tim dari Negara Tiongkok

Namun, dengan tekad dan semangat yang kuat, serta dukungan sejumlah pengurus panitia pelaksana, terutama tim kreatif yang dibina oleh Asynin Pardomoan, ST MT, akhirnya event internasional ini sukses juga dihelat secara meriah. Seakan membayar keraguan menjadi sebuah kemajuan prestasi dari sejumlah pihak yang meragukan, ini semua terwujud semata demi menjaga marwah dan memajukan Kabupaten Kampar di kancah internasional.

Seperti ungkapan Arab yang terkenal, “Man Jadda WaJada” yang artinya “Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil, ”-where there is a will there is a way !”. Juga terkenal di masyarakat kita pepatah “Dimana ada kemauan, pasti disitu ada jalan “. Tidak ada hal yang sulit jika kita mau berusaha dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, yang penting ada kemauan dan ada kesungguhan.

Kehadiran tim kreatif ini pun mendapat perhatian khusus dari Ketua Panpel KIDBF 2019, Aidil Amin. Bahkan, di saat menyampaikan pidato di pembukaan event, Aidil tampak terharu dengan perjuangan dan pengorbanan yang diberikan anak-anak muda ini.

Sebab, tim yang diisi sejumlah anak-anak muda generasi penerus bangsa yang masih menuntut ilmu di kursi perkuliahan ini, rela mengorbankan waktunya demi mendukung suksesnya acara internasional di Kampar tanah peradaban ini, tanpa mengharap imbalan apapun.

Rasa-rasanya, baru kali ini Kabupaten Kampar menghelat sebuah acara olahraga yang bertaraf internasional. Apalagi, event KIDBF ini telah terdaftar secara reguler di induk organisasi dunianya olahraga Dayung, di London, Inggris, yakni International Dragon Boat Federation (IDBF).

Maka dari itu, even ini patut kita dukung dan disyukuri. Sebab, event ini akan berlangsung tiap tahunnya. Tanpa dukungan dan doa penuh dari berbagai pihak, tentu semua ini takkan terwujud. Selain perlombaan olahraga, ini merupakan sebuah ajang promosi wisata untuk mengenalkan pada dunia, bahwa Kampar memiliki sejuta pesona wisata alam yang indah nan asri.

Tim kreatif KIDBF 2019

Seharusnya, Pemerintah mesti jeli dalam mengambil peluang ini. Jika benar-benar pemerintah serius ingin mengembangkan Destinasi wisata, inilah saatnya, memanfaatkan peluang di KIDBF untuk memperkenalkan ke dunia internasional.

Event KIDBF 2019 ini pun mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari Gubernur Riau, Drs. Syamsuar MSi. Saat secara resmi membuka acara KIDBF, Kamis (18/7/2019) Syamsuar telah menyatakan, Pemprov Riau akan mendukung secara penuh di tahun penyelenggaraan berikutnya, demi mensukseskan event bertaraf internasional di Kampar.

Sesuai tema KIDBF di tahun 2019 ini, Maju Serentak, Dayung Serempak, Dari Tanah Peradaban, Menuju Kampar JUARA !!!

Makna yang dalam, penuh harapan dan doa. Sebagai masyarakat, mari kita dukung event ini dengan berbondong-bondong menyaksikan perlombaan di Kawasan Danau Rusa. Kalau bukan kita yang berbuat, lantas siapa lagi?

Penulis: Fauzi Lalea Saputra