Gedung 8 Lantai Batal Dibangun, Ini Tanggapan Ketua DPRD Kampar

0
473

KAMPAR(auranews.id) – Pembatalan pembangunan Gedung 8 Lantai oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar, Ahmad Fikri, SAg.

Ia menilai, Pemerintah Kabupaten Kampar saat ini dengan berbagai pertimbangan akhirnya membatalkan proyek multiyears yang sudah dianggarkan 2 tahun angggaran (2019-2020) senilai Rp 98 Milyar.

“Saya bukan tidak setuju untuk dibangun gedung super mewah ini, hanya saja saat ini keuangan daerah kita belum sanggup. Masih banyak daerah-daerah terisolir yang butuh perhatian pemerintah dan kalaupun kita mau membangun gedung 8 lantai, bisa kita bangun 2 atau 3 tahun lagi,” kata Ahmad Fikri, Rabu (17/7/2019).

Dijelaskannya, jika untuk meningkatkan pelayanan, Pemkab Kampar tidak harus membangun gedung yang megah akan tetapi SDM yang perlu dibenahi.

“Kita nggak kekurangan gedung, berdayakan gedung yang ada. Yang harus dilakukan saat ini adalah memperbaiki gedung-gedung sekolah, Pustu sebab ini bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tegas Alumni IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Menurut Fikri, di pedesaan itu jangankan pemerintah membangun jalan aspal, membuka jalan baru saja masyarakat sudah bersyukur.

“Kemudian kita perbaiki jembatan-jembatan di pedesaan. Kalau anggaran ini dibangun untuk jembatan, berapa banyak jembatan yang bisa dibangun dan tentunya banyak kontraktor kita akan mendapat pekerjaan,” terangnya.

Ia mengakui sudah sering menghimbau  Pemda Kampar agar membuat suatu program ataupun gagasan-gagasan untuk dimatangkan lebih dulu perencanannya.***