Ahli Pidana Minta Kasus Pencabulan Di XIII KK Terus Dilanjutkan, Erdianto : Perdamaian Tidak Bisa Menghapus Pidana

0
239

BANGKINANGKOTA(auranews.id) – Lambannya penanganan kasus dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur di wilayah hukum polres Kampar kian menjadi sorotan. Kali ini, ahli hukum pidana menyorot kasus dugaan pencabulan anak dibawah umur yang dilakukan oleh oknum tokoh masyarakat Kecamatan XIII Koto Kampar terhadap inisial V (16) pada April lalu.

Erdianto Effendi, SH, MHum pakar hukum pidana Universitas Riau (Unri) meminta penyidik untuk terus melanjutkan proses penyelidikan kasus dugaan pelecehan sexual yang dilakukan oleh oknum tokoh masyarakat Kecamatan XIII Koto Kampar di salah satu hotel di Sumatera Barat.

Menurut Erdianto, kendatipun ada proses perdamaian yang dilakukan oleh keluarga korban dengan pelaku tidak menjadi halangan bagi penyidik untuk meningkatkan status kasus.

“Perdamaian tidak bisa menghapus pidana, pidananya tetap dan perdamaian itu bisa mengurangi hukuman, ya kita minta polisi jangan berhenti memeriksa kasus ini,” katanya di pengadilan Negeri Bangkinang, Selasa, (16/7) siang.

Lebih lanjut, lelaki yang selalu diundang sebagai saksi ahli di pengadilan itu juga menjelaskan, perbuatan pidana pencabulan ataupun pelecehan sexual bukanlah delik aduan, melainkan delik biasa.

Dijelaskannya delik biasa tidak bisa dicabut perkara ataupun dihentikan tanpa ada dasar, kecuali delik aduan seperti pencemaran nama baik atau pencurian dalam keluarga itu bisa dicabut dan bisa tidak dilanjutkan dengan perdamaian.

Keluarga korban juga berhak untuk bertanya kepada penyidik menanyakan perkembangan kasus itu. “Polisi wajib hukumnya memberi kejelasan kepada terlapor, apakah penyidikannya dihentikan atau tidak sampaikan dan keluarkan SP3nya. Penyidik wajib melanjutkan kasus itu demi keadilan bagi masyarakat,” tutupnya.

Sekedar diketahui, kasus pelecehan seksual yang menimpa gadis di bawah umur di Kecamatan XIII Koto Kampar, inisial V (16) sudah dilaporkan kepolisi pada tanggal 8 April 2019 lalu. Hingga saat ini kasus yang menghebohkan warga setempat itu diduga dihentikan karena ada perdamaian.

Terkuaknya kasus ini ketika korban menghilang dari rumah selama dua hari, setelah ditemukan korban mengaku telah diperlakukan tidak sewajarnya disalah satu hotel di Sumatra Barat (Bukit Tinggi-red).

Korban dibujuk diberi uang dan dibawa jalan – jalan mengelilingi daerah Sumatra Barat, setelah itu korban dibawah kesalah satu hotel yang sudah di booking.(***)