Arif Subayang Mendekam di Polres Kampar, Penyidik Incar Tersangka Lain

0
1813

BANGKINANGKOTA(auranews.id) – Pasca penangkapan Arif Subayang (AS) anggota DPRD Kampar Jumat (13/7) kemaren, penyidik polres Kampar terus melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembersihan danau di Kampar Kiri Hulu senilai Rp755 juta yang menjerat AS.

Agar tersangka tidak bisa menghilangkan barang bukti, penyidik memasukkan AS ke penjara Mapolres Kampar.

Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudistira melalui kasat reskrim AKP Fajri saat dikonfirmasi auranews.id di kantor Bupati Kampar Senin (15/7) pagi mengatakan tersangka ditangkap disalah satu mall yang ada di Jakarta.

“Untuk melakukan penyidikan lebih lanjut, tersangka kita tahan dulu, beliau masih kita amankan di tahanan Polres Kampar,” katanya hendak menghadiri rapat dragon boat.

Saat ditanya apakah ada keterlibatan dinas terkait atau penambahan tersangka, Fajri menjawab masih dalam proses pengembangan.

“Kita masih melakukan pengembangan, apakah ada penambahan tersangka atau tidak, kita lihat saja nanti hasil pengembangannya,” tutur Fajri.

Sekedar diketahui, kasus ini berawal dari lelang proyek pembersihan dan pencucian Danau Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar tahun 2012 silam.

Proyek dengan pagu anggaran sebesar Rp890 juta itu dimenangkan oleh perusahaan CV Agusti yang memenangkan lelang dengan nilai kontrak Rp750 juta.

Namun, dalam pelaksanaannya, CV Agusti justru menyerahkan pengerjaan atau pengalihan proyek kepada oknum legislator itu. Padahal, AS sama sekali tidak terkait dengan CV Agusti.

Sebagai imbalan, AS menyerahkan fee sebesar 2,5 persen kepada CV Agusti yang memperkenankan dirinya mengerjakan seluruh proyek tersebut. Padahal, menurut AS langkah itu jelas melanggar ketentuan Pasal 87 ayat (3) Perpres 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua Perpres 54 tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa.

Lebih jauh, perbuatan tersangka juga turut merugikan keuangan negara hingga Rp300 juta. Hal itu sesuai dengan audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Riau sesuai laporan hasil audit nomor SR-141/PW04/5/2016 tanggal 28 April 2016.

Dalam proses penyidikan, Andri mengatakan polisi telah berulang kali melakukan pemanggilan terhadap tersangka. Namun, tersangka selalu mangkir tanpa alasan yang jelas. Belakangan, polisi yang terus melakukan penyelidikan berhasil mengetahui keberadaan tersangka di Jakarta dan langsung mengirim tim untuk menangkapnya, Jumat (12/7).

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan undang-undang nomor 20 Tahuan 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” katanya. (Defrizal)