Balai Bahasa Riau Revitalisasi Komunitas Sastra Tradisi Lisan Onduo di Rokan Hulu

0
87

ROKAN HULU(AuraNEWS.id) – Taslim F seorang seniman, budayawan, dan maestro ‘bukoba’ dengan anaknya Askardi Taslim didaulat menjadi narasumber pada kegiatan Revitalisasi Komunitas Sastra Tradisi Lisan Onduo yang ditaja oleh Balai Bahasa Riau di Hotel Sapadia, Pasir Pengaraian Rokan Hulu (Rohul).

Pembinaan tradisi Onduo yang dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 8 sampai 10 Juli 2019 diharapkan akan melahirkan generasi yang mencintai tradisi lisan yang sarat makna dan hikmah dari pesan disampaikan dalam onduo tersebut.

Lisan Onduo adalah nyanyian pengantar tidur masyarakat Rohul yang sarat dengan pesan moral. Kegiatan ini sebagai langkah untuk mengembangkan kembali tradisi Onduo yang sudah lama ditinggalkan oleh masyarakat Melayu Rokan Hulu.

Taslim F Datuk Mogek Intan, Rabu (10/7/2019), menjelaskan tentang tradisi Onduo di hadapan 50 peserta yang terdiri dari siswa dan guru SMP di Rokan Hulu.

“Moonduo gunakan ayunan ada beberapa tahapan yaitu timang baru lahir atau turun mandi, khitanan, dan timang penghabisan atau timang sebelum pernikahan,” jelas Taslim.

Beliau juga menjelaskan bagaimana cara moonduo mulai memainkan robano, tonghai dan alunan isi dari Onduo tersebut.

“Saat moonduo tak perlu vokal tinggi tetapi perpaduan dengan suara dengan musik harus diperhatikan sehingga mampu menyentuh hati pendengarnya karena ada roh atau penjiwaan dari pangonduo,” tambahnya.

Sementara itu, Askardi juga memberi penjelasan dari alat musik yang digunakan pada tradisi Onduo.

“Rebana paling dominan digunakan saat moonduo, gong hanya sebagai pelengkap untuk memadukan vokal dan musik,” jelas Askardi.

Askardi juga berharap peserta revitalisasi tradisi Onduo bisa mengembangkan tradisi ini di sekolah-sekolah.

“Tradisi Onduo ini tetap hidup dan bisa dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat sehingga bisa memajukan Rokan Hulu,” pungkasnya.

Kontributor : Suyatri Yatri

Editor : MS Faidar