100 Persen Wisata Dekotoz Ilegal, Kadis Pariwisata Terkesan Tutup Mata

0
337
Fasilitas Kolam Renang yang disediakan Dekotoz. Diduga, Sampai saat Dekotoz masih belum memiliki izin beroperasi di Kabupaten Kampar

BANGKINANG KOTA -(auranews.id)- Sudah barang pasti tidak memiliki legalitas atau izin usaha, namun Objek wisata Dekotoz yang berada di Kelurahan Batu Bersurat, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau itu masih saja beroperasi.

Menurut informasi yang dihimpun auranews.id, objek wisata yang menarik perhatian wisatawan dengan desain yang indah dan dihiasi oleh kolam berenang selalu ramai dikunjungi wisatawan, tapi sayang objek wisata yang diserbu orang itu tidak memberikan keuntungan pada daerah.

Lantas kenapa pemerintah daerah tidak memberikan tindakan kepada pengelolah wisata tersebut?.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar, Zulia Darma, saat dikonfirmasi Rabu (10/7/2019) ia membenarkan wisata Dekotoz belum mengantongi izin sama sekali.

Salah satu suite room yang ditawarkan Dekotoz.

Bahkan dirinya menyebutkan pengelola wisata Dekotoz sudah melakukan banyak kesalahan. “Memang betul Dekotoz sudah menyalahi aturan, tapi pengelola wisata itu sedang melakukan pengurusan izin, dan izin tidak bisa didapat secepat itu,” katanya.

Lebih jauh, Zulia menjelaskan, dinas pariwisata akan mengeluarkan rekom ke PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) apa bila seluruh persyaratan sudah lengkap.

“Rekom dari dinas itu terakhir, yang harus dilakukan oleh pengelola adalah pengurusan status lahan, apakah itu hak milik atau seperti apa, karena persoalannya tempat wisata berada dalam status kawasan PLN, jadi harus ada surat penyerahan dari PLN,” jelasnya.

Kenapa tidak ada tindakan untuk melakukan penyegelan? Zulia Darma mengakui mengingat banyaknya masyarakat setempat bekerja mencari hidup.

“Kalau untuk penyegelan mohon maaf hari ini saya bisa melakukan itu, saya turunkan Satpol-PP hari ini bisa berhenti, tapi betapa banyak masyarakat kita yang akan menjadi korban,? Berapa banyak pengangguran yang muncul nantinya,” tutupnya. (Defrizal)