Permasalahan Money Politik di Inhu Makin Panas, Sikat Monli Gelar Aksi Demo di Polres dan Kejari lnhu

0
372

RENGAT -(auranews.id)- Sebagai tindak lanjut dari laporan dugaan money politik yang terjadi di Dapil lnhu lV, hari ini Senin (17/6/2019) Sikat Monli (Aliansi Masyarakat Anti Money Politik) menggelar aksi Demo di Polres dan Kejaksaan Negeri (Kejari) lndragiri Hulu.

Unjuk rasa tersebut dilakukan berdasarkan surat pemberitahuan unjuk rasa ke 2 dengan Nomor : 07A/SIKATMONLI/06/2019, yang di ajukan pada tanggal 13 Juni 2019.

Seperti diketahui, demo ini terjadi atas kasus money politik yang diduga kuat melibatkan caleg partai Gerindra Nomor urut 4 atas nama Haditriyas Prananda pada pemilu 2019 namun terbebas dari hukum.

Setelah melakukan unjuk rasa di depan polres inhu sekitar pukul 9 Pagi,Unjuk rasa Sikat Monli lanjut kembali berorasi di depan kejaksaan Indragiri hulu sekitar pukul 10:30 Wib,pihak kejaksaan menyambut baik kedatang para orasi dalam rangka menyampaikan aspirasinya

Dalam orasinya Kordinator Demo Andi Irawan, meminta ke pihak Kepolisian dan Kejaksaan agar mengusut tuntas tindak pidana pemilu money politik terhadap terlapor Tobrani dan Haditriyas Prananda

“Usut tuntas kasus tersebut, jika di lihat dari kasus pelanggaran tindak pidana pemilu tahun 2019, pada kasus di partai lain seperti di Partai PPP bisa di usut tuntas dan menetapkan 5 tersangka,” ujarnya.

Namun yang terjadi di kasus money politik kenapa hanya satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka, sementara pelaku utamanya bebas.

“Jangan korbankan rakyat jelata sebagai tersangka, sedagkan pelaku utamanya bebas,” Ujar Andi Irawan lagi.

Sementara itu Kapolres lnhu AKBP Dasmin Ginting S.lk melalui Ps Paur Humas Polres lnhu Aipda Misran membenarkan bahwa hari ini Sikat Monli menggelar aksi demo terkait tuntutan mereka.

Disisi lain pihak kejaksaan melalui Kasi Intel Kejari lnhu Bambang Saputra SH, MH dalam penyampaian mengatakan  aspirasi bahwa berkas sudah masuk atas nama Tobrani.

“Sebelum nya berkas tersebut sudah di bahas di Sentra Gakumdu (SG1, SG dan SG3) sampai tahap penyidikan dan saat ini masih dalam proses,” terangnya. (Man)