Sikat Monli Minta Penanganan Kasus Money Politik di Dapil lnhu lV Tidak Tebang Pilih

0
458

RENGAT -(auranews.id)- Sikat Monli (Aliansi Masyarakat Anti Money Politik) Kabupaten Indragiri Hulu (lnhu) meminta agar penanganan kasus money politic di lnhu tidak tebang pilih.

Seperti diketahui bahwa sehubungan dengan pemilu 17 April 2019 yang lalu salah seorang Caleg di Dapil lnhu lV (Pasir Penyu, Lirik, Sungai Lala dan Lubuk Batu Jaya) dilaporkan ke Bawaslu lnhu.

Hal ini sehubungan dengan dugaan money politik yang dilakukan oleh Caleg Nomor 4 Partai Gerindra Hadi Triyas Prananda.

Untuk itu saya berharap agar Gakumdu selaku penegak hukum dalam perkara pelanggaran pemilu dapat bekerja maksimal, ujar Syahrum selaku Koordinator lnvestigasi Sikat Monli, Kabupaten lnhu, Rabu (12/6/2019).

Sejauh ini dirinya mendengar bahwa yang akan dijadikan tersangka dalam hal ini hanya satu orang yang merupakan timses dari caleg tersebut.

“Seharusnya si Caleg (Hadi Triyas Prananda selaku pelaku utama dalam perkara ini juga dijadikan tersangka, karena sudah secara terstruktur, sistim dan masif melakukan money politic,” sambungnya.

Mana mungkin hal ini (money politic) ini terjadi jika bukan caleg nya yang bermain, dan tidak mungkin timses tersebut memberikan uang kepada masyarakat untuk memilih caleg yang bersangkutan menggunakan uangnya sendiri, paparnya.

Sementara itu Misriono selaku Caleg Partai Garuda nomor urut 8 Dapil lnhu lV yang melaporkan kasus ini meminta agar hukum ditegakkan setegak-tegaknya dan seadil-adilnya.

“Kita tidak mau orang yang tidak bersalah yang dihukum, sedangkan pelaku utama enak-enak menikmati udara bebas,” Katanya.

Dirinya mensinyalir ada permainan dalam perkara ini sehingga akan ada yang dikorbankan demi untuk menyelamatkan caleg yang bersangkutan.

“Untuk itu agar penegakan hukum tidak terlihat tumpul keatas tajam kebawah maka semuanya harus sampai kepada dalangnya,” tutupnya.

Sementara itu ketua Bawaslu lnhu Dedi Risanto belum berhasil dimintai keterangan terkait hal ini, ketika dihubungi melalui WA nya belum menjawab. (Man)