Puluhan Orang Honorer Kategori 2 (K2) Kabupaten Meranti yang lulus seleksi TKD dan TKB tahun 2013 digantung Statusnya selama 6 Tahun

0
260

MERANTI -(auranews.id)- Honorer merupakan tenaga yang bekerja di suatu instansi, guna membantu memperlancar proses pekerjaan di suatu instansi.

Yang mana honorer di dalam pekerjaannya mendapatkan gaji perbulan, namun tidak menerima tunjangan dalam bentuk apapun, skalipun ketika mau lebaran.

Sekitar bulan maret tahun 2019 yang lalu, para honorer yang tergabung dalam K2 Meranti yang telah lulus namun blom menerima sk mengunjungi kantor BKD kabupaten meranti.

Kunjungan itu dinakhodai oleh salah seorang guru honorer SD negeri  Dikabupaten Meranti ini. Sebut saja namanya Jon (inisial), beliau menghadap kepala BKD, dalam hal ini, Bpk Alizar.
Beliau mengaku kurang paham dengan masalah K2 ini.

Namun beliau siap mendatangkan pihak yang mengerti terkait dengan masalah K2 ini yang telah diangkat menjadi pns, yang lulus pada tahun 2013 yang lalu, ujar beliau.

Sebelumnya perwakilan honorer k2 ini sudah menemui bupati dikediamannya, beliau mengaku terkejut, dan prihatin dengan nasib beberapa orang honorer k2 yang hadir tersebut, namun beliau tetap mengapresiasi kehadiran mereka, dan langsung merespon dengan memanggil beberapa pejabat yang terkait.

Sekitar jam 3 siang perwakilan Honorer k2 ini dikumpulkan di gedung rapat BKD untuk membahas tentang permasalahan K2 yang telah lulus namun, masih dipending sknya.

Dalam pertemuan tersebut hadir Asisten 3 kab.meranti, yaitu bpk Rosdaner, S.Pd, Kabid mutasi Riki, dan para pejabat yang pada proses seleksi pengangkatan k2 tahun 2013 menjadi tim Verifikasi yang katanya dibentuk oleh bupati.

pertemuan itu berlangsung lebih kurang 2 jam, yang mana di dalamnya diberi sesi tanya jawab dari pihak honorer k2 kepada pejabat terkait dengan masalah k2 ini.

Banyak sekali kritikan-kritikan pedas dari honorer k2 yang hadir pada saat itu.
Salah satunya sebut saja namanya butet (inisial) beliau salah seorang guru honorer SD negeri, beliau mengatakan kami pak sudah ikut semua prosedur, dan sudah lulus, tetapi kenapa harus dipending hak kami,sekarang kami tidak tahu kemana arah untuk ditempuh, ikut tes lagi tidak bisa, ke P3K meranti tidak bukak, hanya karena laporan dari oknum yang mengaku masyarakat namun aslinya seorang pejabat publik, pungkasnya.

Dan asisten 3 menjawab pada saat itu kita pun sudah berusaha sekuat mungkin untuk meluluskan semua honorer k2 dan menerima sk, namun pusat dalam hal ini menpan RB, memerintahkan untuk mengadakan uji publik, Ujarnya.”

Ditambahkan oleh salah seorang honorer k2 tetapi pada saat itu kan sudah lewat waktunya pak, kenapa proses dilanjutkan.
Ditambahkan pak asisten 3, ya benar tetapi pada saat itu masuk laporan, maka kami lanjutkan, walaupun dalam hal ini ada unsur sakit hati, pungkas beliau.

Salah seorang guru honorer menambahkan lagi kalau memang mau ikut prosedur ya semua diverifikasi pak, jangan tebang pilih, karena masih banyak yang belum pas TMT honorernya diangkat pada saat itu.

Dijawab oleh salah seorang pejabat yaitu widodo yang pada tahun 2013 bertugas Dikantor BKD dan menjadi tim verifikasi k2, kami kan sudah bilang laporkan, kalian pun masih ada ketua Forum yang mempunyai andil besar tentang K2 ini, pungkas beliau.

Setelah perdebatan sengit salama lebih kurang 2 jam, maka diputuskan hasil pertemuan hari itu akan dilaporkan kepada bupati, dan pihak BKD kabupaten kepulauan meranti akan meminta izin kepada bupati untuk berangkat ke jakarta untuk diusulkan atau mencari solusi, kalau memang bisa untuk dijemput Nipnya dan dikeluarkan sknya. (Mihrab.P)