Kasus Pelecehan Seksual Lamban, Kapolres Janji Cek Langsung

0
162

BANGKINANG KOTA -(auranews.id)- Kasus pelecehan seksual yang menimpa gadis dibawah umur di Kecamatan XIII Koto Kampar dinilai jalan ditempat. Keluarga korban yang mengaku membuat laporan pada awal April lalu, belum mendapatkan jawaban yang pasti. Terkait kasus yang kini membuat heboh Kecamatan XIII Koto Kampar itu, Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira berjanji akan melakukan cek langsung.

“Saya tidak cek satu persatu kasus yang masuk. Saya harus cek terlebih dahulu, lihat dulu proses penyelidikan dulu bagaimana. Yang jelas, Kalau ada laporan dari masyarakat pasti akan kami tidaklanjuti, sekecil apapun laporan itu tetap akan kita tidaklanjuti,” sebut Kapolres ditemui disela-sela acara di Kantor Pertanahan Nasional Kampar di Bangkinang, baru-baru ini.

Menurut Kapolres, kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu tindak pidana serius seperti narkoba. Namun dalam penindakan setiap kasus, semua kasus pada akhirnya sama-sama akan diproses.

Terhadap maraknya kasus narkoba dan pelecehan seksual anak dibawah umur di Kampar, Kapolres meminta kepada orang tua dan masyarakat untuk ambil bagian dalam pencegahan.

”Kami menghimbau masyarakat dan orang tua untuk menjaga dan memperhatikan anak-anak kita di rumah. Menjaga mereka agar tidak menjadi pelaku maupun menjadi korban. Jaga agar mereka sampai tidak terjerumus. Ini tidak hanya soal pelecehan seksual anak dibawah umur, tapi pada kasus lain seperti narkoba dan lainnya,” sebut Kapolres.

Kasus pelecehan seksual di Desa Gunung Bungsu, Kecamatan XIII Koto Kampar ini heboh karena terlapor merupakan pemuka masyarakat. Posisi terlapor di tengah masyarakat membuat keluarga terpukul dan enggan berdamai saat dimediasi masyarakat setempat. Apalagi diduga pelecehan telah dilakukan berulang kali terhadap korban V (16).

Menduga kasus ini jalan ditempat, awal pekan lalu Fatril (42) keluarga korban, mengadukan kasus ini ke Sekretariat PWI Kampar di Bangkinang. Fatril mengaku sudah melaporkan kasus ini sejak 8 April 2019 lalu. Sedih lebih dari satu bulan, dirinya tidak melihat ada perkembangan yang berarti dari kasus yang menimpa keponakannya tersebut.

“Kenapa belum ada tindakan atau penahanan yang dilakukan oleh penyidik, sementara pelaku masih duduk – duduk manis aja didepan rumahnya. Hingga saat ini kami belum mengetahui sampai dimana perkembangan kasus yang dilaporkan si ayah korban,” sebut Fatril.

Kasus ini diketahui keluarga bermula ketika V (16), yang masih duduk di kelas 2 SMA, tidak pulang ke rumah selama dua hari. Maka keluarga berinisiatif melakukan pencarian pada tanggal 6 April 2019. Pada tanggal 7 April, korban pulang dan langsung ditanya pihak keluarga. Pada hari itu juga korban mengaku telah diperlakukan tidak senonoh oleh terlapor.

”Setelah kami tanyakan kepada anak kami, ia mengakui sudah dilecehkan oleh pelaku,” ujar Fatril. Setelah mengetahui kasus yang menimpa V, Keesokan harinya, tanggal 8 April 2019, Ayah korban beserta anggota keluarga lain membawa serta korban untuk melaporkan kejadian ke Polres Kampar. (***)