Aliansi Masyarakat Menuntut Keadilan Demo Bawaslu Rohul

0
213

PASIR PENGARAIAN(AuraNEWS.id) – Ratusan masyarakat, mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menuntut Keadilan melakukan aksi damai di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rokan Hulu (Rohul) yang terletak di Jalan Imam Baqi no.8, Babussalam, Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu.

Aksi unjuk rasa ini, Jum’at (17/5/2019) siang, digelar karena massa aksi menilai adanya dugaan pelanggaran prosedur yang sarat dengan kecurangan pada penyelenggaraan Pemilu 2019 di Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Rohul, Kecamatan Tambusai dan Kecamatan Tambusai Utara.

Peserta aksi menuntut kepada Bawaslu Rohul untuk segera mengeluarkan Surat Rekomendasi untuk diadakannya Pemilihan Suara Ulang (PSU) di Dapil 2 Kecamatan Tambusai dan Kecamatan Tambusai Utara.

Koordinator Aksi, Irwansyah Tambusai dalam orasinya menyebutkan bahwa, banyak terjadi kecurangan di Dapil 2 Rohul, seperti adanya dugaan money politic, pengerahan masyarakat pemilih dari luar TPS (Tempat Pemungutan Suara_red) serta pelanggaran prosedur oleh penyelenggara pemilu, seperti tertukarnya Surat Suara di Dapil 2, C-1 ada 3 versi, ada ditemukannya C-1 didalam parit, rekapitulasi antara PPS/Panwas dan PPK berbeda, serta kecurangan lainnya,” teriak Irwansyah.

“Kami meminta Bawaslu untuk menegakkan keadilan, tidak berpihak dan berada di tengah-tengah masyarakat, Kami hanya menghendaki Pemilu 2019 menghasilkan pemimpin yang benar-benar di pilih oleh rakyat secara jurdil, untuk itu kecurangan yang jelas di depan mata harus di selesaikan dengan digelar nya PSU,” beber Irwansyah.

Ketua Bawaslu Rohul, Fajrul Islami Damsir menemui massa aksi dan berharap masyarakat peserta aksi memberikan kesempatan kepada Bawaslu Riau dan Bawaslu Rohul untuk menyelesaikan proses sidang nomor register 07 dan nomor register 08 yang sedang berlangsung.

“Harapan kami, mari sampaikan aspirasi dengan baik dan tidak provokatif, kami bersikap independen dan tidak akan berpihak kepada siapapun, serta kami bekerja sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada,” tegas Fajrul.

“Atas aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan unsur masyarakat terkait PSU, untuk itu berikan kesempatan kepada Bawaslu Rohul untuk menyelesaikan sidang nomor register 07 (Hendra Mahtarta_red) dan register 08 (Riko Wahyudi_red) yang sedang berlangsung, karena saat ini kami sedang fokus untuk menyelesaikan perkara itu dulu,” terangnya.

Setelah mendengar penjelasan yang dipaparkan oleh Ketua Bawaslu Rohul, ratusan pengunjuk rasa memutuskan untuk tetap bertahan sampai mendapatkan rekomendasi dari Bawaslu untuk digelarnya PSU.

Dari pantauan AuraNEWS.id, selama berlangsungnya aksi unjuk rasa oleh Aliansi Masyarakat Menuntut Keadilan ini, massa di kawal ketat oleh aparat Kepolisian Polres Rohul, hingga akhir pelaksanaan aksi berjalan aman dan lancar.

Penulis : M Syari Faidar