Suharmi Hasan Nilai Kinerja Dinas PUPR Kampar Lamban

0
300

BANGKINANG KOTA -(auranews.id)- Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kampar dinilai lamban dalam menjalankan kegiatan proyek, pasalnya sudah masuk pertengahan bulan juni proyek untuk tahun ini belum ada terlaksana satu pun.

Hal itu pun sangat disesalkan oleh anggota DPRD Kampar, Suharmi Hasan, saat dihubungi auranews.id, Kamis (15/5/2019) Siang mengatakan, sebagai anggota legislator yang bertugas mengawasi dan mengontrol kinerja eksekutif wajar ini dipertanyakan.

“Siapapun boleh dan berhak bertanya kepada Dinas terkait, untuk menanyakan apa kendala sehingga kegiatan pembangunan proyek terkendala,” katanya.

Menurut Politisi PKB itu, seharusnya kegiatan fisik ataupun pengaspalan diawal bulan Mei ini semua proyek sudah berjalan, kalau memang sudah tidak ada lagi kendala, sudah wajib untuk dilakukan dan tidak harus pertanggal.

“Kepala Dinas harus memberikan penjelasan kepada masyarakat ataupun media, jika memang ada kendala, sebutkan,” tegasnya.

Padahal, ratusan proyek berbagai item yang sudah dilelang oleh LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) bahkan sudah ada pemenangnya, namun belum juga berjalan.

Kasubbag LPSE, Wira Herdian saat dikonfirmasi mengakui puluhan proyek miliaran sudah dilelang dan sudah ada pemenangnya.

Dirinya mencontohkan lelang pembangunan turap di Desa Siabu, dengan pagu anggaran Rp 300 juta, yang dimenangkan oleh CV Negara Bakti, serta pembangunan turap Desa Tanjung Bungo Kecamatan Kampa dengan anggaran Rp 200 juta, dimenangkan CV Karya Helmi.

“Proyek itu sudah banyak yang selesai penetapan, tapi kenapa belum berjalan,  saya tidak tahu, tanya sama dinas PU,” ungkap Wira.

Lebih lanjut, Wira kembali menyebutkan, proyek yang telah selesai dilelang sudah ditetapkan adalah pembangunan turap Desa Pulau Permai, Dusun Kampung Langgam, anggaran Rp 450 juta, dimenangkan CV Fitri Mandiri.

“Dan jalan Gemas Kantor Camat Kecamatan Kuok pengaspalan dengan anggaran Rp 3,5 miliar, Jalan Lingkar Danau Bokuo Aspal, sepanjang 1,1 Km,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR saat dikonfirmasi auranews.id melalui nomor WhatsApp nya, mengakui keterlambatan sedikit itu sudah biasa. Menurutnya, saat ini Dinas PUPR sedang membuat kontrak kerja. Dan semua yang sudah dilelang oleh LPSE seluruhnya akan dihitung balik.

“Keterlambatan ini hal biasa, saat ini PUPR sedang melakukan kontrak kerja. Lelang sudah berjalan dan semuanya akan dihitung LPSE,” tutup Afdal. (Defrizal)