Peringati Hardiknas, Ini 3 Tuntutan Mahasiswa FKIP kepada Pemprov Riau

0
230

PEKANBARU (auranews.id) – Hari Pendididikan Nasional yang jatuh pada Kamis, (2/5/2019) ini dapat digunakan sebagai momentum untuk melihat kembali dunia pendidikan di Indonesia. Dilansir dari CNN Indonesia, Bank Dunia (World Bank) menyebut bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih rendah, meski perluasan akses pendidikan untuk masyarakat dianggap sudah meningkat cukup signifikan.

Beberapa masalah di dunia pendidikan kerap dijumpai dalam waktu belakang seperti problematika guru honorer, fasilitas sekolah yang kurang memadai, hingga akses yang minim bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan.
.
Dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional, BEM FKIP UNRI mendatangi Kantor Gubernur Riau untuk melayangkan Tiga Tuntutan Mahasiswa FKIP.

PLT Gubernur Mahasiswa BEM FKIP, Amri Suryanto didampingi oleh Sekretaris Umum BEM FKIP Jamaluddin serta Kepala Dinas Sosial dan Politik, Roberto Edo menemui Gubernur Riau usai pelaksanaan upacara memperingati hari pendidikan nasional di gedung kegebernuran Provinsi Riau.

Dalam kunjungannya, rombongan disambut langsung oleh Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar, M.Si, Sekretaris Daerah, H. Ahmad Hijazi, SE, M.Si, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Rudianto, SH, M.Si.

Amri menyampaikan maksud kedatangannya adalah sebagai perpanjangan lidah atas aspirasi Mahasiswa FKIP terkait harapannya tentang dunia pendidikan di Provinsi Riau.

“Ini adalah tiga tuntutan dan surat cinta kami dari mahasiswa FKIP UNRI untuk memastikan pembangunan dan kesejahteraan pendidikan di Riau dapat terealisasi, baik tentang problematika guru ataupun fasilitas pendidikan yang masih minim”, ujar Amri.

Syamsuar mengapresiasi kedatangan rombongan BEM FKIP dan berkata akan mengevaluasi dan menindaklanjuti tuntutan yang dilayangkan oleh BEM FKIP.

Berikut Tiga Tuntutan Mahasiswa yang dilayangkan oleh BEM FKIP kepada Pemerintah Provinsi Riau adalah:

1. Menuntut PEMPROV Riau untuk tetap menga ggarkan bantuan beasiswa bagia mahasiswa (berprestasi dan kurang mampu),
2. Menuntut PEMPROV Riau untuk membuka beasiswa SLTA bagi mahasiswa angkatan 2017, 2018, dan mahasiswa yang baru akan masuk,
3. Menuntut PEMPROV Riau untuk terus menyelesaikan problematika guru honorer dan bangunan sekolah yang masih rusak di Provinsi Riau.

Terkait beasiswa SLTA, Rudianto menyampaikan bahwasanya tuntutan tersebut akan segera direalisasikan.

“Pembukaan beasiswa SLTA insyallah akan segera direalisasikan, namun terkait angkatan berapa yang akan mendaftar kami kembalikan lagi ke pihak Universitas,” tutur Rudianto. (***)