Sidang Gugatan Lapangan Bolakaki Belilas, Saksi Sebut Lapangan Bolakaki Sudah Ada Sejak Tahun 60-an

0
429

RENGAT(auranews.id) – Sidang lanjutan perkara gugatan lapangan Bolakaki Belilas, Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Siberida, Kabupaten lndragiri Hulu (lnhu) kembali digelar di PN (Pengadilan Negeri) Rengat, Selasa (23/4/2019).

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi tergugat ini dipimpin oleh Ketua Majelis Ali Sobirin SH, MH dengan Hakim Anggota Omori R Sitorus SH, MH dan Immanuel MP Sirait SH.

Sidang ini menghadirkan dua orang saksi yaitu ldris dari masyarakat dan mantan lurah Pangkalan Kasai Zaizul S.Hut.

Dalam kesaksiannya ldris mengatakan bahwa lapangan bolakaki belilas tersebut sudah ada sejak tahun 1960 an.

“Saat saya berusia 6 tahun sekitar tahun 64 atau 65 saya sering main bolakaki bersama kawan-kawan dilapangan bolakaki tersebut,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut ldris juga menjelaskan bahwa dirinya adalah salah seorang tukang deres (takik) karet Bapak Abd Karim orang tua Abd Musaka (Penggugat).

“Namun kebun karet tersebut bukanlah yang ada dilapangan bolakaki melainkan yang pernah dilakukan sidang lapangan beberapa waktu yang lalu,” sambungnya.

Lebih lanjut disampaikan nya bahwa seingat dirinya dilapangan bolakaki tersebut sudah tidak ada pohon karet, dan lapangan bolakaki bukanlah milik Abd Karim.

Sementara itu Zaizul S.Hut selaku mantan lurah Pangkalan Kasai mengatakan bahwa selama ini tidak pernah ada sengketa lahan bolakaki belilas dengan pihak manapun.

“Sengketa baru muncul pada tahun 2016 pada saat pembangunan  pagar lapangan bolakaki yang didanai oleh pemerintah daerah kabupaten lnhu,” jelasnya.

Hal ini terjadi dengan adanya klaim dari pihak Abd Musaka selaku penggugat yang menyatakan bahwa lahan lapangan bolakaki tersebut adalah milik Abd Karim (Orang Tua Penggugat).

“Kemudian penggugat meminta untuk dibuatkan  surat, namun karena tidak ada bukti alas hak surat tersebut,” katanya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa secara administrasi pengajuan pembuatan surat tersebut tidak memenuhi syarat karena tidak adanya saksi – saksi maka pembuatan surat tidak dapat dikabulkan.

Hadir dalam sidang tersebut kedua belah pihak tergugat dan penggugat, para PH masing – masing pihak, Lurah Pangkalan Kasai Setiawan, serta beberapa masyarakat setempat.

Sidang dilanjutkan Senin (29/4/2019) dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi tergugat.

Penulis: Ali Usman