Tali Silaturahmi Terputus Karena “Serangan Fajar” Pemilu

0
592

Oleh: Fakhrul Kamal
___________Pemerhati Sosial

KAMPAR(auranews.id) – Perhelatan Pilpres dan Pileg pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 telah usai, namun meninggalkan sedikit luka bagi Calon Legislatif (Caleg) yang gagal meraup suara terutama suara orang disekitarnya.

Banyak postingan di media sosial pasca pesta demokrasi ini yang mengatakan, jika anda ingin tahu siapa saja keluarga anda, Pileg inilah momen untuk mengetahuinya.

Makna silaturahmi dalam masyarakat Indonesia dipahami sebagai aktivitas berkunjung atau bertemu dengan seseorang, baik seorang kerabat maupun bukan kerabat untuk menjaga sebuah ikatan batin persaudaraan.

Namun, berbedanya pandangan sering kali dijadikan sebuah dasar untuk memutuskan silaturahmi. Apalagi pasca Pemilu ini. Seorang Caleg mengetahui suaranya tak signifikan di daerah yang banyak kawan atau saudaranya, dia berharap dengan banyak saudara dan handai taulan, tapi apa mau di kata suara yang di raup jauh dari yang di harapkan.

Berkembangnya teknologi yakni media sosial yang di gunakan untuk menggunggah kegiatan hari ‘H’ Pemilu dengan memamerkan Pemberian Caleg lain yang tak ada hubungan persaudaraan, hal ini sangat memicu orang untuk keluar dari Whaatsaapp Group Keluarga dan.

Fitur blokir atau unfriend yang berujung putusnya tali silaturahmi bukan karena perbedaan pandangan politik tapi karena adanya Pemberian berupa Materi oleh caleg lain kepada saudara kita sendiri, kondisi di dunia Maya berujung putusnya hubungan di dunia nyata.

Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali persaudaraan.” (HR. Bukhari Muslim).

Miris kita melihat banyak Caleg dengan bangga bisa menyerang saudara Caleg Lain dengan Materi alias Ompa Bidin, di mana mayoritas saudara Caleg lain di sana Caleg lainnya menyerang membabi Buta. Sangat miris memang, Caleg tak mendapatkan suara di lumbung keluarganya hanya karena “Serangan Fajar”.

Di saat mereka ada urusan, anaknya yang di tangkap Polisi, masalah di Rumah sakit, anaknya Masuk Sekolah, mereka dengan akrab dan santai minta tolong sama Mamak ( Paman ), di saat kita butuh suara mereka yang di tanya duit kita, Astagfirullah.

Caleg yang berpotensi, punya Integritas dan punya kemampuan dalam menjalankan amanah untuk sebagai Anggota DPRD tapi hal itu ternyata tak cukup, ‘3 TAS’ mesti di Siapkan.

PopulariTAS, ElektabiliTAS, dan isi TAS. Kita hanya bisa urut dada, kesalahan siapakah ini,,?,, apakah ini kesalahan Masyarakat semata,,?,,,Tak adil juga kita meluahkan kesalahan ini kepada saudara kita, masayarakat kita, karena selama ini mereka sudah tertipu, di tipu oleh prilaku Pejabat Politik dan Praktisi Politik.

Kalau kita tarik benang merah ini ke ranah keagamaan kita, seseorang yang menyebabkan orang lain putus silaturrahmi bagi mereka adalah Neraka Jahannam. ( QS Muhammad : 22-23 )” Allah berfirman, “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.”

Allah jelas melarang memutus hubungan silaturahmi baik kepada saudara kandung maupun kerabat. Segala perbedaan adalah wajar yang datangnya dari Allah. Manusia hendaknya berpegang teguh pada Alquran yang jelas menegaskan Allah tidak menyukai perbuatan memutus tali silaturahmi.

Menyambung tali silaturahmi akan membawa manfaat selain dilimpahkannya pahala. Rasulullah bersabda, “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari Muslim)

Momen Nisfu syaban, bersempena menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang tak berapa hari lagi, marilah sama-sama kita saling memaafkan dan memberi karelaan agar diri kita bersih untuk memasuki bulan suci Ramadhan.*****