DPD Gerindra Riau Bantah Bermain Money Politic, Nurzahedi : Itu Dana Saksi

0
328

BANGKINANGKOTA(auranews.id) – Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Riau, Nurzahedi membantah tuduhan yang dilemparkan Gakkumdu kepada kadernya DA caleg DPR RI no 6 bermain money politic (politik uang).

Bantahan itu disampaikan terkait adanya operasi tangkap tangan (OTT) terhadap caleg DPR RI dapil Riau II dari Gerindra oleh Sentra Gakkumdu, Selasa (16/4/2019) siang tadi.

“Itu bukan uang untuk dibagikan kepada masyarakat, itu adalah uang operasional saksi, kalau kita berpikir secara akal sehat tidak semua kabupaten/kota mendalatkan uang itu. Itu sudah jelas uang saksi,” tegas Nurzahedi.

Menurut lelaki yang akrab disapa dengan Eddy Tanjung itu menyebutkan, bahwa uang ratusan juta rupiah yang turut diamankan dari tangan DA, Caleg nomor urut 6 DPR RI Dapil Riau 2 tersebut akan diberikan kepada saksi yang telah dibentuk oleh kabupaten/kota.

“Dia tertangkap di hotel, kayaknya ada pegang uang tapi uang itu adalah untuk dana saksi bukan untuk money politic. Caleg perempuan itu sebetulnya Caleg pendamping saja, orang tak mampu, kan gak mungkin mau bagi bagi uang, ada kekeliruan polisi itu,” kata Eddy Tanjung.

Ia menambahkan, bahwa DA tersebut sehari-harinya saja hanya menggunakan angkutan umum dan motor, jadi tidak mungkin ia memiliki uang tersebut.

“Mudah-mudahan aparat bisa memahami bahwa itu bukan money politic, setahu saya dia ini anak baik-baik. Kita juga sudah membekali caleg untuk tidak berkegiatan di luar dari rel yang diatur Gerindra,” tukasnya.

Penulis: Defrizal