Bapenda Optimis Pajak Daerah 2019 Melampaui Target

0
111

KAMPAR(auranews.id) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kampar optimis pajak daerah yang ditetapkan tahun 2019 bisa tercapai, malahan melampaui target yang sudah ditetapkan.

“Kami merasa optimis target pendapatan daerah bisa tercapai, malahan melampaui”, ujar Kepala Bapenda Kampar, Drs Ali Sabri kepada awak media, Senin (15/4/2019) kemarin.

Disampaikannya, pajak daerah tahun 2019 ditargetkan sebesar 101 milyar rupiah, pada perhitungan triwulan I per 10 April 2019 realisasinya sudah mencapai 28,7 milyar rupiah atau 28,39 persen.

Biasanya, pembayaran pajak daerah ini dilakukan masyarakat dan dunia usaha di triwulan III dan IV yakni bulan Juli hingga Desember.

Diuraikannya, pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan ditargetkan sebesar Rp 28 milyar realisasinya sudah mencapai Rp 10,3 milyar atau 37 persen. pajak penerangan lampau jalan (PPJ) ditargetkan sebesar Rp 51,2 milyar realisasinya memcapai 14,1 milyar atau 28 persen.

Pajak hiburan ditargetkan sebesar Rp 1,6 milyar realisasinya mencapai Rp 669 juta atau 40,56 persen. Pajak restouran ditargetkan sebesar Rp 3,7 milyar realisasinya mencapai Rp 1,3 milyar atau 35 persen

Untuk pajak hotel ditargetkan sebesar Rp 400 juta realisasinya mencapai Rp 391 juta atau 97,87 persen. Sementara pajak retribusi realisasinya capaiannya masih rendah dan pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan rapat koordinasi dengan OPD penghasil PAD, ungkapnya.

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pajak daerah seperti, membuat 5 aplikasi pajak daerah secara online dengan tujuan memudahkan masyarakat dan dunia usaha dalam membayar pajak daerah.

“Masyarakat dan dunia usaha bisa membayar secara online melalui bank Riau Kepri sebagai bank ditunjuk”, ujarnya.

Pihaknya juga telah melakukan kerjasama dengan badan pertanahan negara (BPN) guna memudahkan masyarakat membayar pajak BPHTB, pihak BPN bisa memantau pembayaran pajak daerah oleh masyarakat dan dunia usaha, sehingga dapat mempercepat dalam penerbitan sertifikat.

Bapenda juga telah melakukan berbagai sosialisasi kepada masyarakat dan dunia usaha tentang pentingnya membayar pajak daerah yamg berefek kepada pembangunan daerah dan hal ini terus dilakukan, tuturnya.

Untuk diketahui, dari 11 pajak daerah itu, pajak burung Walet belum dapat dipungut, pihaknya saat ini menggesa regulasi aturan agar bisa dipungut.

Sementara lanjut Ali Sabri, untuk pajak bagi hasil dengan Provinsi Riau seperti, pajak kendaraan bermotor tahun 2019 ditargetkan sebesar Rp 20,7 milyar realisasinya mencapai Rp 56 milyar. Pajak bea balik nama kendaraan bermotor ditargetkan sebesar Rp 18,3 milyar realisasinya Rp 10,1 milyar atau 55 persen.

Untuk pajak BBM ditargetkan sebesar Rp 40 milyar realisasinya sudah mencapai Rp 2 milyar, pajak air permukaan ditargetkan sebesar Rp 1,22 milyar realisasinya Rp 146 juta.

Pajak air permukaan belum mencapai target ditetapkan begitu juga dengan pajak rokok, ungkapnya.

Jadi, kalau diglobalkan kami yakin dan merasa optimis target 2019 sangat bisa dicapai, malahan melampaui, ucapnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat dan dunia usaha untuk selalu taat dalam membayar pajak daerah demi kemajuan kabupaten Kampar kedepan.

Penulis: Syailan Yusuf