Upah Tak Sesuai Kerja, Ribuan Peserta Pelipatan Surat Suara Memberontak !!

0
2906

BANGKINANG (auranews.id) – Ribuan masyarakat Kampar yang terlibat dalam kegiatan melipat kertas surat suara pemilu 2019 di stadion futsal Sport Center Bangkinang pada Kamis (14/3) memberontak. Pasalnya, kerja dan upah yang akan diterima masyarakat tidak sesuai dengan waktu yang dipakai.

Menurut informasi yang dihimpun dari salah seorang narasumber, Aan ditempat kejadian mengatakan. Pihak KPU tidak komitmen dengan cara mengajak masyarakat untuk bekerja.

Sebutnya, pihak KPU sengaja mengumpulkan orang sebanyak banyaknya lalu baru membuka kegiatan. Dengan upah yang minim waktu kerjapun dibatasi.

“Kami disuruh datang kesini pagi pagi, acara pelipatan dimulainya pukul 10, jam 11 pun ditutup dengan dalih beristirahat,” katanya.

Dengan upah 75 rupiah perlembar, sebut Aan, masyarakat yang ikut hanya mendapatkan gaji 25 ribu perhari. Dan pendapatan itu sangat tidak sesuai dengan tenaga yang terkuras dan waktu yang terpakai.

Aan menjelaskan, panitia penyelenggara membagi peserta perkelompok, dalam 1 kelompok 10 orang, untuk satu grup itu pihak KPU memberikan surat suara sebanyak 500 lembar. Dalam waktu yang sangat singkat.

“Sangat tidak logis sekali, masak 10 orang melipat kertas 500 lembar, berapa lah kami dapatkan itu,” tutup Aan.

Penulis: Defrizal