Ketua KPU Kampar Akui Upah Lipat Surat Suara Lebih Kecil dari Daerah Lain

0
681

BANGKINANG (auranews.id) – Ketua KPU Kabupaten Kampar, Ahmad Dahlan mengakui upah melipat surat suara jauh lebih kecil dibandingkan dengan daerah lain, hal itu dilakukan berdasarkan kebijakan internal KPU.

“Memang kita akui, upah itu jauh lebih rendah dari pada daerah lain, memang daerah lain seperti di Kabupaten Rohul 95 rupiah perlembar,” akui Dahlan kepada auranews.id saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (14/3/2019) sore.

Dahlan menyebutkan, honor 75 rupiah perlembar yang disepakati komisioner KPU sudah diumumkan jauh hari sebelumnya, oleh karena itu panitia tidak membatasi berapa banyak peserta yang ikut  bekerja melipat surat tersebut.

“Kami tidak ada menyebutkan honor 200 ribu perorang, mungkin mereka salah paham,” katanya.

Menurut Dahlan, kerja menyelesaikan surat suara tidak hanya sampai pada pelipatan itu saja, namun ada dua tahap lagi yang akan dilakukan.

“Ada beberapa tahap lagi itu yang akan dikerjakan, habis melipat akan adalagi tahap pengecekan, dan tahap pembungkusan, itulah nanti yang akan kita bayar,” jelasnya.

Kecilnya honor melipat kertas surat suara tersebut menjadi polemik bagi masyarakat Kampar. Seperti yang disampaikan Aan. Aan menyebutkan, kerja dengan hari yang dihabiskan sangat tidak sesuai dengan upah yang diterima.

“Sangat tidak sesuai, kenapa tidak dua hari bekerja mereka hanya menerima honor 200 ribu satu kelompok. Sementara dalam satu kelompok berjumlah 10 orang, berapa lah kami terima itu, hanya 20 ribu dua hari,” umpat lelaki asal Kumantan itu.

Penulis: Defrizal