UIR Penggerak Ekonomi di Tiga Kecamatan

0
83

PEKANBARU (auranews.id) – Perkembangan dan kemajuannya Universitas Islam Riau (UIR) hari ini dengan 15 tahun lalu, sangat berbeda. UIR tak hanya universitas tertua namun memiliki bangunan fisik yang megah. UIR Penggerak ekonomi di Tiga Kecamatan, Kecamatan Bukit Raya dan Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, serta Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.

Hal itu disampaikan Camat Bukit Raya Wahyu Idris dalam Silaturrahi Pimpinan UIR dengan Camat, Lurah, Kadus, RW dan RT-RT, Selasa 5 Maret 2019 kemarin. “UIR terus berkembang menjadi universitas maju dan terkemuka. Ia juga faktor penyebab bertambahnya jumlah penduduk dan penggerak perekonomian di Tiga Kecamatan,” kata Camat Wahyu.

Disebutkannya, perkembangan UIR paralel dengan kemajuan Kota Pekanbaru yang kini berpenduduk 1,2 juta jiwa. Membandingkan kota berjuluk ‘Smart City Madani’ itu sekarang dengan 10-15 tahun lalu, membuat kita berdecak kagum. Walikota Firdaus tak hanya membangun fisik agar merata juga berusaha mengubah mindsite warga.

“Mengapa Pemerintah Kota membangun pusat perkantoran di Tenayan Raya karena terjadi
ketimpangan dalam pengembangan wilayah. Satu kawasan terlihat crowded di lain kawasan masih banyak tanah-tanah kosong,’’ kata Wahyu, seperti dalam rilis yang diterima redaksi.

Dia menambahkan, UIR adalah motor penggerak di Bukit Raya, Siak Hulu dan Marpoyan Damai. Majunya tiga kecamatan yang bersempadan dengan UIR tak dapat dilepaskan dari keberadaan UIR yang memiliki mahasiswa puluhan ribu orang. Kalau tak ada UIR tak kan seperti ini majunya Air Dingin, Tanah Merah dan kawasan-kawasan lain di sekitarnya

Rektor menyampaikan terima kasih kepada Camat, Luruh, RW dan RT. Ia senang bisa bersilaturrahmi dengan apartur pemerintahan di tiga kecamatan, tempat rata-rata mahasiswa UIR berdomisili. Kepada aparatur, guru besar ini menyampaikan silaturrahmi dirinya dengan Wakil-wakil Rektor telah dia mulai bulan Ramadhan tahun lalu. ‘’Kami bersafari ke masjid-masjid di sekitar UIR,’’ tukas Syafrinaldi.

Silaturrahmi ini, menurut Rektor, secara substantif sama dengan safari Ramadhan tahun lalu. Tak ada tendensi politik. UIR, lanjut Rektor, menyadari bahwa mahasiswanya rata-rata berdiam di tiga kecamatan itu. ‘’Kepada Pak Camat, Pak Lurah, Pak Kadus, Pak RW dan Pak RT kami titipkan mahasiswa kami. Kalau mereka salah bermasyarakat tolong ditegur. Bila mereka melakukan pelanggaran hukum dan etika mohon diingatkan. Beri tahu ke kami. Dan, jangan biarkan mereka tersesat di jalan yang salah,’’ Rektor berpesan.

Dalam silaturrahmi yang digelar untuk pertama itu, Rektor UIR Prof Dr H Syafrinaldi didampingi sejumlah struktural. Antara lain Wakil Rektor III Ir H Rosyadi, Kepala BAAK Ir Akmar Efendi, Kepala BAU&P H Zakir Has, SH, MPd, Kepala Biro Keuangan Azwirman, Kepala BHE Dr Ardiansyah, Kepala LDIK Dr Zulhelmy, Kepala BPPA Dr Thamrin, Kepala LPM Dr Agusnimar dan Kepala Bagian Humas & Protokoler Dr H Syafriadi.

Silaturrahmi diakhiri dengan dialog. Lurah, Kadus, RW dan RT bebas menyampaikan perkembangan pandangan dan pendapat. Termasuk hal-hal krusial yang pernah terjadi yang menimpa mahasiswa UIR di daerah mereka masing-masing. Selain Wahyu Idris, hadir antara lain Lurah Air Dingin, Lurah Simpang Tiga, Ketua-ketua Forum RW.