Pamitan Cari Rumput, Mbah Cokro Ditemukan Tewas Gantung Diri

0

ROKAN HULU(AuraNews.id) – Seorang laki-laki tua renta nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri pada pohon karet, peristiwa bunuh diri ini terjadi di kebun karet milik Junaidi warga Desa Pasir Utama, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rohul, Provinsi Riau, Rabu (09/01/2019) siang.

Identitas laki-laki tersebut bernama Cokro (66 th) warga Desa Pasir Utama, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Dia ditemukan tewas menggantung dengan seutas tali tambang yang biasa digunakan untuk mengikat rumput.

Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua, S.IK, M.Si melalui Paur Humas Polres Rohul, Ipda Nanang Pujiono, SH mengatakan peristiwa mengejutkan itu didapati oleh warga desa setempat. Awalnya Sukinah merasa heran karena suaminya tak kunjung pulang dari pagi sampai tengah hari, padahal suaminya berpamitan hanya mencari rumput untuk pakan ternak.

Sukinah Istri Korban mengatakan, “Suaminya meninggalkan rumah pada hari Rabu (09/01/2019) sekitar pukul 08.00 WIB, pamitnya mau mengarit rumput untuk makanan ternak dengan membawa arit dan gerobak dorong yang tak berapa jauh dari tempat tinggalnya.

Terungkapnya peristiwa ini berawal dari laporan Wagiman yang juga sedang mencari rumput menemukan arit dan gerobak dorong milik Cokro yang terletak ditepi sawah, melihat keanehan itu Wagiman mencari keberadaan Mbah Cokro sambil memanggil-manggil, namun tidak ada jawaban, Wagiman pun lalu pulang dan menceritakan kepada Sukinah (Istri Korban_red).

Mendengar kabar itu, istri korban lalu menuju ke tempat suaminya dimana biasa mencari rumput, setelah mencari ke beberapa sudut tidak terlihat sang suami.

“Istri korban akhirnya membawa gerobak dan arit pulang kerumahnya sambil menceritakan kejadian yang dialami kepada warga dan Kepala Desa setempat, mendapat Informasi dari pihak keluarga, Kades dan sejumlah warga berusaha mencari keberadaan Cokro hingga jam 02.00 WIB dini hari, namun tidak membuahkan hasil,” kata Nanang.

Selanjutnya pada Kamis (10/01/2019) paginya Kepala Desa Pasir Utama memberi tahu kepada Bhabinkamtibmas Bripka Ardino via hand phone, mendapat informasi tersebut, Kanit Reskrim beserta sejumlah personil Polsek Rambah Hilir dan puluhan warga langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pencarian keberadaan Cokro di sekitar dimana gerobak dan arit korban ditemukan,” ungkapnya.

Tak lama berselang hanya dalam tempo setengah jam kemudian pada pukul 13.00 WIB, aparat dan warga menemukan Cokro dalam posisi terduduk di tanah dan leher terlilit ‎tali yang terikat di pohon, tanpa membuang waktu Polisi yang disaksikan wargapun membuka tali yang terlilit di leher korban dan membawa mayat tersebut ke rumahnya.

Berdasarkan keterangan Kapolsek Rambah Hilir Iptu Budi Ikhsani, SH dan Tim Medis dari Puskesmas setempat, dr. Rudi Hartono, dapat dipastikan Cokro meninggal murni karena bunuh diri bukan karena tindakan penganiayaan.

“Dari hasil pemeriksaan Tim Medis yang datang ke lokasi, pada tubuh yang bersangkutan tidak ditemukan tanda penganiayaan, hasil visum dr. Rudi Hartono menerangkan bahwa korban murni bunuh diri yang ditandai ‎dengan keluarnya cairan pelumas dari kemaluan dan lidah menjulur serta adanya lilitan tali di leher korban. Bahkan di sekitar TKP, tidak ditemukan tanda mencurigakan yang mengarah pada tindak pidana,” katanya.

Informasi yang berhasil di rangkum media ini, dari tetangga korban bahwa sebelum berangkat mencari rumput, awalnya sempat ‎ada sedikit keributan antara korban dan keluarganya di dalam rumah, bahkan sebelum berangkat pun korban sempat melontarkan kata-kata, bahwa dirinya tidak betah lagi tinggal dirumah.

Kepada pihak Kepolisian keluarga korban ‎meminta agar jenazah korban tidak di otopsi, dengan adanya permintaan tersebut Unit Reskrim Polsek Rambah Hilir membuat surat pernyataan keluarga penolakan otopsi yang ditanda-tangani istri korban dan disaksikan oleh Kepala Desa Pasir Utama.

Reporter : Alfian Tob

Editor : M. Syari Faidar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here