Kawit Nilai Pemilihan Ketua APDESI Kampar Berpotensi Ricuh

0
37

BANGKINANG KOTA (auranews.id)- Kepala Desa Sei Lambu Makmur Kecamatan Tapung, Kawit Hudi Antoro menilai pemilihan ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesi (APDESI) Kabupaten Kampar dinilai berpotensi kacau alias ricuh, pasalnya dua kubuh saling mempertahankan pendapat.

“Kalau kita saling mempertahankan pendapat masing masing tentu tidak akan pernah mendapatkan solusi yang cerdas, karena setiap kita memiliki ego masing masing. Untuk kelancaran Muscab APDESI ini tentu kita harus patuh dan taat kepada AD ART,” katanya.

Dalam AD ART, kata lelaki yang akrab disapa Kawit itu setiap kepala desa memiliki hak untuk dipilih dan memilih, artinya pemilihan ketua APDESI harus dilakukan secara demokrasi.

“Inikan pesta demokrasi Kepala Desa, bukan pesta Korwil, kalau panitia ngotot sistem pemilihan ketua APDESI dilakukan secara perwilayah saya rasa ini sangat kacau nanti, karena ratusan kepala desa tidak bisa menerima, hak kami kan ada, kalau tidak dilakukan berarti hak kami sudah dikriminalisasi,” ungkapnya.

Menurut Kawit, aturan organisasi profesi ini bukan untuk membuat kelompok kepala desa berbenturan, APDESI dibangun untuk menciptakan kekompakan kepala desa merebut anggaran pusat untuk pembangunan didesa.

“Kita tidak sepakat kalau panitia seperti itu,” tegasnya lagi.

Sekedar diketahui pada saat ini dua kubu calon ketua APDESI saling mempertahankan pendapatnya, sebelumnya Said Aidil Usman (SAU) kandidat terkuat mengotot sistem pemilihan dilakukan secara One man one vote (satu kepala desa satu suara).

Sedangkan pendapat kubu Jonnedi juga mempertahankan pendapatnya pemilihan dilakukan oleh ketua kecamatan alias kircam,”

Hingga berita ini diturunkan dua kubu tersebut. sistem pemilihan diperdebatkan, Muscab APDESI Kampar berpotensi ricuh, Kepala Desa adalah orang orang cerdas yang menjadi pilihan oleh masyarakat, tidak mungkin perbuatan seperti itu kita pertontonkan kepada masyarakat banyak.(def)