AMMIA Tegas Tolak Operasi Indomart-Alfamart di Kabupaten Kampar

0
255

BANGKINANG KOTA(AuraNews.id) – Belasan pemuda dan mahasiswa mengatas namakan Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia Kabupaten Kampar melakukan aksi dalam upaya menolak keberadaan Indomart dan Alfamart beroperasi di Kabupaten Kampar, Selasa (6/11/2018).

Dalam aksi hari ini massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menolak Indomart dan Alfamart (AMMIA) mendatangi kantor Dinas Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal.

David Davijul selaku Sekjen FKMKI serta Koordinator Issue BEM se-Riau dan juga Koordinator Aksi, mengatakan, “Dengan beroperasinya Indomart dan Alfamart di Kampar secara tegas saya dan masyarakat Kampar menolak keberadaannya,” tegasnya.

“Dengan adanya usaha retail ini sangat merugikan masyarakat Kampar terutama pedagang kecil atau pedagang kios,” ungkap David.

Dalam aksi yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut di sambut oleh Sekretaris Dinas BPPTPM. Sekretaris Dinas BPPTPM menunjukkan kepada beberapa orang perwakilan mahasiswa tersebut data atau jumlah usaha retail modern yang di maksud Indomart dan Alfamart yang sudah mendapatkan izin operasional di Kabupaten Kampar.

Khairati selaku Sekjen BEM STIE Bangkinang mengatakan, “ada sekitar 14 izin yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Kampar untuk operasional usaha retail tersebut,” terangnya.

“14 izin yang sudah dikeluarkan tersebut diantaranya 4 izin untuk Alfamart dan 10 izin untuk Indomart,” tambah Khairati.

Setelah melakukan aksi di Kantor Dinas BPPTPM, massa aksi melanjutkan aksinya menuju Kantor DPRD Kabupaten Kampar dan mendapati kantor wakil rakyat tersebut dalam keadaan kosong dan tidak satu orangpun anggota DPRD Kampar ada digedung tersebut.

David mengatakan, “lihatlah gedung ini kosong, tanpa ada seorangpun wakil rakyat disini. Bagaimana rakyat ingin mengadu dan menitipkan aspirasinya, ketika di gedung ini para anggota dewan tidak ada,” gumamnya.

“Anggota DPRD Kampar hingga saat ini tidak mampu menjadi wakil dari rakyat Kampar, banyak persoalan dari rakyat Kampar yang belum terselesaikan sampai saat ini. Anggota DPRD Kampar mandul, Anggota DPRD Kampar sabun,” gerutu David.

Setelah mendapati gedung DPRD Kampar dalam keadaan kosong tanpa ada seorangpun wakil rakyat didalamnya, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. Aksi yang dilakukan oleh AMMIA ini mendapat pengawalan ketat dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepolisian Resort Kampar.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here