Sjamwidar dari Pelalawan ke Lubuk Nginio untuk Bersih Dunia

0

BANGKINANG KOTA(AuraNews) – Aksi Bersih-bersih serentak se-Dunia (World Clean Up Day) Tahun 2018 diselenggarakan oleh komunitas lokal pecinta lingkungan di kawasan Objek Wisata Lubuok Nginio, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Ahad (16/9/2018).

Aksi peduli bersih-bersih di Objek Wisata Lubuok Nginio ini berlangsung sukses dengan diikuti oleh seratusan lebih sukarelawan (vulonteer) dari berbagai komunitas. Bahkan ada yang sengaja datang dari Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan.

Kepada AuraNews melalui selulernya, Senin siang (17/9/2018) Sjamwidar, S.Sos salah seorang peserta aksi dari Pelalawan membenarkan telah mengikuti acara gerakan bersih-bersih sedunia di Objek Wisata Lubuok Nginio tersebut.

“Ya, memang benar kemarin bersama anak saya, kami datang ke Lubuok Nginio guna mengikuti aksi Bersih-bersih seDunia itu, kami berangkat naik motor matic selepas shalat Subuh,” ujar Sjamwidar mantan atlit marathon andalan Provinsi Riau yang pernah mengikuti ajang kejuaraan Internasional, Borobudur 10 K di Magelang tahun 1991 dan Jakarta 10 K.

“Wisata Lubuok Nginio itu tempatnya bagus, apalagi kalau sempat di dukung oleh infrastruktur wisata yang memadai, seperti jalan yang lebih baik, punya musholla dan toilet, tentu para pengunjung akan merasa nyaman,” terang Sjamwidar yang mengabdi sebagai ASN di Dinas Bappeda Kabupaten Pelalawan.

“Salut saya sama komunitas lokal di sana, terutama sama adik-adik Bedeng Pramuka Kuok serta Pemuda tempatan yang di dukung oleh Pemerintahan Desa, yang terus bergiat mempromosikan potensi wisata di Kampar,” tambah Sjamwidar yang dulu sempat aktif di Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kampar, serta pernah menjadi Pendamping Pramuka Penggalang Kampar di Jambore Nasional (Jamnas) tahun 1996 di Cibubur Jakarta.

“Saya sangat suka sekali dengan kegiatan alam bebas, selain dapat menikmati pesona alam Indonesia secara langsung, juga dapat menambah teman, nanti akhir tahun saya rencananya mau ke Puncak Ranah, Bukit Suligi Rohul, penasaran saya dengan tempat wisata itu,” ungkap Sjamwidar yang pernah mengikuti Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP) di Kabupaten Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah tahun 1997 selama 3 bulan. (FDr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here