Kantor Camat XIII Koto Kampar Didemo

0

BANGKINANGKOTA(AuraNews) – Sejumlah pemuda dan mahasiswa Kecamatan XIII Koto Kampar yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Lingkungan melakukan aksi damai ke kantor camat XIII Koto Kampar, Rabu (12/9/2018) siang.

Mereka menuntut pihak pemerintah kecamatan untuk menghentikan aktifitas pertambangan yang dinilai ilegal alias tidak mengantongi izin.

“Kami pemuda yang peduli dengan lingkungan meminta kepada pihak pemerintahan kecamatan untuk mengghentikan aktifitas pertambangan, karena ulah pertambangan ini sejumlah nyawa yang tidak berdosa sudah melayang,” ungkap Defrizal selaku korlap.

Banyak korban, kata dia, mengalami kecelakaan tunggal karena jalan aspal yang baru saja dibangun oleh pemerintah pada akhir 2017 lalu berlumpur, tambah lagi basah karena disiram cucuran air dari bak mobil dumtruk.

“Satu tahun silam, 2 orang anak SD di Desa Gunung Bungsu mengalami pecah kepala dan meninggal dilindas mobil dumtrack yang muatannya melebihi kapasitas dan satu lagi meninggal tenggelam dalam lobang bekas galian berisi air,” katanya.

Ditambahkannya, ratusan korban kecalakaan tunggal sudah tidak bisa dihitung. “Sudah ratusan pengendara sepeda motor dan mobil berjatuhan dengan sendirinya, karena jalannya licin itu sering terjadi ditikungan Tasoyiok berbatasan Desa Binamang dan Pongkai Istikoma, baru tiga hari lalu mobil carry pic up  juga terbalik memanjat tumpukan batu yang dibuang dibagian jalan, mungkin karena mobil itu rusak mereka membuang muatannya sembarangan aja,” tukasnya.

Senada, Asep yang juga korlap menegaskan jika pihak kecamatan tidak bisa menindak perusahan nakal itu ia akan mengancam untuk menurunkan massa lebih banyak ke kantor camat dan bupati.

“Kalau tidak ada solusi dari camat nanti, kami akan terus melakukan aksi ke kantor bupati, kalau tidak juga kami melakukan aksi blokade jalan,” tegasnya.

Sementara itu, pihak kecamtan langsung menjumpai pendemo dan langsung menampung aspirasi massa. 

Melalui kasi trantip kecamatan, Danil, berjanji akan memanggil semua pihak pengusaha. Dalam rapat yang direncanakan besok pagi.

Danil juga mengakui 6 perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan batu hanya dua yang memiliki izin, sementara 4 diantaranya belum mengantongi izin sama sekali terkecuali, ada satu aquari yang izinnya sudah mati.

“Memang betul, 6 perusahaan quari yang ada di kecamatan 13 koto kampar ini ada 3 yang memiliki izin,  kami tidak berani menutupnya karena banyak warga setempat mengantung hidup bekerja di situ. Ada yang punya mobil, ada yang bekerja sebagai sopir,” akuinya.

“Kami juga meminta kepada mahasiswa dan pemuda untuk bisa hadir besok dalam rapat bersama pemilik kuari itu,” tutupnya.(DF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here