Anggaran Pemeliharaan Stadion Tuanku Tambusai Dipertanyakan

0
318
Kondisi Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang. Foto : Auranews/Fauzi

BANGKINANGKOTA(AuraNews) – Sebutan tak terawat sepertinya layak disematkan pada stadion kebanggaan kota Serambi Mekkah. Betapa tidak, Stadion Tuanku Tambusai tampak seperti hutan, lantaran rumput disekitar lapangan maupun diluar yang tumbuh bisa mencapai lebih satu meter.

Belum lagi melihat secara keseluruhan, mulai pagar hingga fasilitas stadion, yang dipandang cukup bisa dikatakan tidak layak. Tentu saja kondisi tersebut mengganggu pandangan masyarakat.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kampar, Ir. Abdul Gafar dikonfirmasi AuraNews melalui via selulernya, Sabtu (8/9/2018), mengakui kondisi Stadion Tuanku Tambusai perlu perawatan dan juga peningkatan fasilitas. Ia mengatakan bahwa perawatan Stadion merupakan tanggungjawab penuh Pemkab Kampar.

“Stadion merupakan aset daerah. Benar, Dinas terkait yang bertanggung jawab adalah Disdikpora Kampar,” ujar Abdul Gafar.

Lebih lanjut Buya Gafar sapaan akrabnya, mengajak seluruh elemen baik pemerintah maupun masyarakat Kampar untuk bersama-sama menjaga Stadion Tuanku Tambusai.

“Seharusnya masyarakat juga wajib menjaga fasilitas umum ini janganlah membuang sampah sembarangan sarana ini juga kita gunakan bersama-sama, saya juga meminta kepada pemkab Kampar agar memperhatikan sarana umum ini karena hampir beberapa kegiatan di Kampar pasti menggunakan Stadion ini untuk melaksanakan kegiatan,” ungkapnya.

Sementara itu Mahasiswa Kampar, Alfa Rebi sepertinya gerah dan mengaku prihatin dengan kondisi stadion.

Pengelolaan terutama soal perawatan stadion, sepenuhnya menjadi tanggungjawab Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kampar.

“Kemana Dispora ini, kok nggak ada tindakan apa-apa, apakah Dispora Kampar masih tidur? Kemana anggaran pemeliharaannya ?,” tanya Rebi, Ahad (9/9/2018).

“Hanya ke depan saya berharap agar pengelolaan stadion ini nantinya bisa dipercayakan kepada pihak yang lebih profesional,” katanya. 

Rebi menambahkan agar Stadion kebanggaan masyarakat Kampar ini senantiasa selalu dijaga kondisinya. Apalagi Pemkab Kampar, yakni Bupati Azis Zaenal telah mencanangkan Piala Adipura harus didapatkan Kabupaten Kampar.

“Jangan ketika ada even, baru Pemkab Kampar sibuk membenahi dan membersihkan Stadion,” tutur Rebi.

Ditambahkan Rebi, dengan kondisi Stadion seperti ini, tentu bisa menjadi perhatian bagi tim penilai piala Adipura. Sebab, Stadion Tuanku Tambusai terletak di Jantung Kota Bangkinang.

“Jangan biarkan piala Adipura sebatas mimpi. Mari raih bersama-sama. Wujudkan semboyan Kota Bangkinang Kota Beriman (Bersih, Indah, dan Nyaman),” ajak Rebi.

Berdasarkan data AuraNews, Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang telah beberapa kali dilakukan renovasi pembangunan untuk menyelenggarakan even-even besar di Provinsi Riau maupun Kampar. Pada tahun 2012 Stadion digunakan sebagai venue cabor sepakbola. 2017 lalu juga digunakan untuk menggelar Porprov Riau IX.(Fauzi)