Puluhan Siswa di Padang Deklarasikan Antirokok dalam Pesantren Ramadhan

0
127

PADANG (auranews.id) – Kolaborasi organisasi anak di kota Padang mengajak pelajaran mendeklarasikan penolakan iklan rokok. Dekralasi itu ditandai dengan penandatangan yang dilakukan puluhan anak yang mengikuti pesantren Ramadhan di atas spanduk putih.

Kegiatan itu juga merupakan peringatan hari tanpa tembakau sedunia (HTTS). Dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Babuslam, Padang itu juga disampaikan dukungan kepada pemerintah kota terkait kebijakan larangan promosi rokok.

“Kami setuju, Walikota setuju, DPRD Padang juga harus setuju untuk melarang iklan promosi dan sponsor rokok di Kota Padang,” kata salah seorang aktris organisasi anak, Annysa Kurnia, Kamis (31/5/2018).

Dia menyebut, langkah Pemerintah Kota Padang yang komitmen dengan melarang iklan promosi dan sponsor rokok saat ini berbuah hasil. Tahun ini, Kota Padang mendapat penghargaan Pastika Pariwara dari Menteri Kesehatan RI.

“Di Indonesia hanya 10 Kabupaten/Kota yang mendapat pengarahan tersebut, salah satunya adalah Kota Padang,” imbuhnya.

Menurutnya langkah itu harus didukung oleh semua kalangan. Untuk itu, dia mendesak DPDR Padang segera mengesahkan raperda antirokok.

“Tujuan ini sesuai dengan dekralasi HTTS yang kami gagas secara bersama-sama. Salah satunya, mendesak DPRD Kota Padang untuk segera mengesahkan Ranperda tentang perubahan atas perda Kota Padang nomor 24 tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok” jelasnya.

Kegiatan itu juga menampilkan pertunjukan wayang Frameworkon on Tobocco Control (FCTC) Warrior Kota Padang.

Aksi wayang FCTC ini disambut antusias oleh para siswa sekolah yang mengikuti pesantren Ramadhan. Para generasi muda mendapatkan edukasi untuk memerangi rokok dan menolak menjadi target pemasaran industri rokok melalui cerita pemetasan wayang tersebut.

“Ceritanya, Wayang FCTC ini memiliki enam karakter dalam membantu Indonesia bebas iklan rokok. Dan penampilan ini merupakan pertualangan 359 hari FCTC Warrior keliling 25 Kota,” terang salah seorang dalang, Febrian.

Sumber : kumparan.com